Cegah Fatherless & Kuatkan Perlindungan: Ridwan Djafar Ajak Ayah Hadir Penuh Lindungi Anak dari Algoritma

Mamuju – sandeqnews.id– Memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33, Kepala KominfoSS Muhammad Ridwan Djafar mengangkat pesan penting: di tengah gempuran disrupsi digital, kehadiran ayah menjadi benteng paling utama. Tema “Ayah Wajib Hadir” dijadikan landasan, mengingat teknologi bagaikan pisau bermata dua; bisa bermanfaat, namun berbahaya jika dibiarkan menguasai tanpa pengawasan.

“Jangan biarkan gawai mengambil alih tugas kita. Pola pikir dan moral anak tidak boleh dikuasai algoritma yang tidak bermoral,” tegasnya Senin 29 Juni. Menurutnya ruang maya penuh risiko, dan tanpa pendampingan orang tua, anak sangat rentan terpengaruh hal yang keliru, yang berujung merusak dasar kepribadian generasi muda Sulawesi Barat.

Lebih mendalam, Ridwan menyoroti kondisi negara tanpa figur ayah: secara fisik ada di rumah, namun secara batin dan perhatian tidak hadir. Kekosongan inilah yang membuat anak mencari pelarian ke dunia maya, yang kemudian memicu masalah nyata di lingkungan: mulai dari perundungan, tawuran, hingga keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba.

Sesuai arahan Gubernur Suhardi Duka, ia mengajak perubahan sikap nyata. Ayah harus kembali memegang kendali: luangkan waktu berkualitas, letakkan gawai sendiri saat di rumah, bangun percakapan hangat, dan atur batasan ketat durasi serta jenis konten yang boleh diakses anak agar hanya yang bernilai positif yang masuk.

Ia menyindir kebiasaan yang makin sering terjadi: “Meja makan kita makin sunyi, bukan karena sepi orang, tapi semua sibuk menunduk menatap layar masing-masing.” Momen berkumpul keluarga yang seharusnya menguatkan ikatan, justru menjadi ruang yang renggang jika tidak diatur dengan bijak.

Di akhir pesannya, Ridwan mengajak seluruh keluarga menjadikan momen ini titik balik. “Jadikan rumah tempat paling aman, nyaman, dan dirindukan anak. Dengan ayah yang hadir sepenuhnya dan pengendalian digital yang disiplin, kita siapkan generasi bermoral dan bermental baja menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Share this content:

Post Comment