Refleksi May Day dan Hardiknas, HMI Soroti Ketimpangan Pendidikan di Polewali Mandar

Polewali Mandar – sandeqnews.id — Momentum Hari Buruh Internasional yang beriringan dengan Hari Pendidikan Nasional dimaknai sebagai refleksi kritis oleh Ketua HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan, Deby Akbar, terhadap kondisi pendidikan di Polewali Mandar yang dinilai masih timpang.

Deby menyatakan, semangat perjuangan buruh yang identik dengan perlawanan terhadap ketidakadilan struktural seharusnya sejalan dengan cita-cita pendidikan nasional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara serius.

“May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Sementara Hardiknas harus menjadi refleksi sejauh mana negara hadir menjamin hak pendidikan,” ujar Deby.

Ia mengungkapkan, ketimpangan pendidikan di Polewali Mandar masih terlihat dari keterbatasan infrastruktur sekolah di wilayah terpencil, minimnya fasilitas pembelajaran, serta distribusi tenaga pendidik yang belum merata. Kondisi ini diperparah dengan akses jalan yang sulit di sejumlah wilayah, sehingga menyulitkan siswa menjangkau sekolah.

Selain itu, Deby juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap kasus kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan yang dinilai belum ditangani secara serius dan transparan. Ia menilai, diperlukan penguatan sistem pengawasan serta mekanisme pelaporan yang aman untuk melindungi peserta didik.

Deby mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan, termasuk memastikan transparansi anggaran, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada akses, kualitas, dan keamanan peserta didik.

Share this content:

Post Comment