HMI Tarbiyah Polman Soroti Kejelasan Relokasi Kios dan Penguatan UMKM di Wonomulyo
Polewali Mandar- sandeqnews.id— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Polewali Mandar menyoroti sejumlah persoalan strategis di sektor perdagangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wonomulyo.
Ketua HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan, Deby Akbar, menyampaikan bahwa salah satu perhatian utama saat ini adalah belum adanya kejelasan terkait relokasi sembilan kios pedagang yang terdampak penertiban di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Hingga sekitar dua bulan berjalan, para pedagang masih berada dalam kondisi belum mendapatkan kepastian untuk kembali menjalankan aktivitas usaha.
Ia menyebut, pemerintah setempat sebelumnya telah menyampaikan rencana relokasi, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret maupun kepastian waktu pelaksanaan di lapangan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada keberlangsungan ekonomi pedagang kecil yang terdampak.
Selain itu, HMI juga menyoroti proses penataan Pasar Wonomulyo yang saat ini sedang dibahas oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Polewali Mandar sejak rapat persiapan pada 14 April 2026. HMI menilai penataan pasar tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan turut menyoroti pentingnya penguatan program pengembangan UMKM di daerah. Hal ini sebelumnya juga menjadi bagian dari pembahasan bersama DisperindagkopUKM Polewali Mandar pada 22 April 2026 yang membahas peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan, serta perluasan akses pasar.
Deby Akbar menegaskan bahwa ketiga isu tersebut saling berkaitan dan perlu dilihat sebagai satu kesatuan kebijakan. Ia menilai relokasi, penataan pasar, dan pengembangan UMKM harus berjalan terintegrasi agar menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil.
Share this content:




Post Comment