DKPPKB Sulbar Percepat Deteksi Dini TBC

Mamuju- sandeqnews.id— Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mendorong percepatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada indikator layanan terduga Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan dasar di daerah.

Dorongan ini menyusul rilis data Kementerian Kesehatan per 1 Maret 2026 yang menunjukkan capaian Sulawesi Barat masih berada pada kategori menengah, sehingga diperlukan langkah akseleratif terutama pada aspek penemuan kasus dan skrining aktif di masyarakat.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa indikator hulu, khususnya penemuan kasus TBC, menjadi kunci utama dalam upaya memutus rantai penularan serta meningkatkan capaian layanan kesehatan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, strategi yang diperkuat meliputi skrining aktif, investigasi kontak erat, serta optimalisasi peran Puskesmas dan jejaring fasilitas layanan kesehatan agar deteksi kasus dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Selain itu, pendekatan berbasis komunitas juga terus didorong melalui keterlibatan kader kesehatan, pemerintah desa, dan lintas sektor, guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan di lapangan.

Penguatan ini turut didukung dengan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis digital serta integrasi layanan TBC dengan program kesehatan lain, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencapai target eliminasi TBC dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat.

Share this content:

Post Comment