DKP Sulbar Gandeng Unhas, Susun Strategi Industri Rumput Laut Berkelanjutan

Mamuju- sandeqnews.id— Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkuat pengembangan sektor rumput laut dengan menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD), Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Mamuju ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah kebijakan industri rumput laut yang berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha.

Forum tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah yang sejalan dengan program pembangunan Sulawesi Barat, khususnya dalam mendorong sektor unggulan berbasis kelautan dan perikanan.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya peningkatan kualitas bibit, penguatan rantai nilai lokal, serta penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan rumput laut.

Selain sebagai komoditas ekonomi, rumput laut juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut, termasuk sebagai penyerap karbon, pembersih alami perairan, hingga bahan baku pupuk organik.

Meski memiliki potensi besar, sejumlah tantangan masih dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan bibit unggul, fluktuasi harga, hingga akses ekspor yang belum optimal, sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk solusi berkelanjutan.

Share this content:

Post Comment