Di Era Kecerdasan Buatan, Pers Sulbar Diharapkan Jadi Penguat Literasi Digital Masyarakat

Mamuju – sandeqnews.id – Seiring kemajuan kecerdasan buatan yang mampu meniru cara berpikir manusia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan perlunya membimbing masyarakat agar tidak tersesat di tengah kerumitan dunia digital. Dalam rangka Hari Pers Nasional 2026, pihak terkait menekankan bahwa peran pers justru semakin penting dalam membentuk kesadaran publik terhadap perkembangan teknologi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (KominfoSS) Sulbar Muhammad Ridwan Djafar mengajak seluruh insan pers di daerah untuk bersama-sama mendidik masyarakat menghadapi laju perkembangan teknologi dan arus informasi yang tidak terbendung. Menurutnya, kemajuan teknologi yang tidak diimbangi literasi digital memungkinkan munculnya kebingungan yang meluas di kalangan warga.

Ridwan menjelaskan bahwa meskipun AI dapat mempercepat penyebaran informasi, namun juga berpotensi memperbesar risiko disinformasi jika tidak diimbangi dengan etika dan edukasi yang tepat. “AI semakin canggih, tapi pemahaman masyarakat tidak akan tumbuh secara otomatis. Pers harus berperan sebagai pendidik, bukan hanya sebagai saluran berita,” ujarnya.

Masyarakat Sulbar saat ini dihadapkan pada berbagai konten digital mulai dari berita, opini, hingga visual yang dihasilkan dengan AI, yang seringkali sulit dibedakan antara fakta, manipulasi, atau konten yang mengarah pada kepentingan tertentu. Tanpa panduan informasi yang benar, warga berisiko terpengaruh algoritma yang tidak terkendali, sehingga edukasi informasi menjadi fondasi penting agar layanan digital pemerintah dapat dinikmati secara optimal.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan AI tidak boleh menggantikan peran jurnalis sebagai penjaga nilai publik. AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu saja, sementara tanggung jawab terkait etika, verifikasi data, serta dampak sosial yang ditimbulkan tetap berada di tangan manusia.

Untuk mewujudkannya, Diskominfo SP Sulbar siap menjalin kerja sama yang lebih erat dengan berbagai media massa. Menurut Ridwan, pers yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat akan menjadi benteng utama dalam menghadapi kekacauan informasi di era AI saat ini.

Share this content:

Post Comment