Utang Dipangkas, Layanan Digenjot: 300 Hari Kepemimpinan ASSAMI Ubah Arah Polewali Mandar

Polewali Mandar– sandeqnews.id—Memasuki 300 hari kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud dan Wakil Bupati Hj. Andi Nursami Masdar (ASSAMI), Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan arah perubahan yang jelas di tengah tekanan fiskal dan tuntutan pelayanan publik. Fokus utama pemerintahan diarahkan pada pembenahan fondasi tata kelola agar pembangunan berjalan berkelanjutan.

Salah satu capaian penting adalah keberhasilan melakukan penyehatan fiskal daerah. Berdasarkan LHP BPK atas LKPD 2024, Pemkab Polman sempat dibebani utang sebesar Rp117,3 miliar. Melalui kebijakan efisiensi dan penataan prioritas belanja, hingga akhir 2025 sisa utang berhasil ditekan menjadi Rp29,5 miliar, yang sebagian besar merupakan kewajiban operasional rutin.

Perbaikan tata kelola keuangan tersebut mendapat pengakuan nasional. Pada 10 Desember 2025, Kementerian Dalam Negeri menempatkan Polewali Mandar dalam Zona Hijau realisasi belanja, dengan peringkat ke-14 nasional dan terbaik di Sulawesi Barat. Kebijakan pembebasan PBB-P2 bagi masyarakat miskin ekstrem juga menjadi bentuk keberpihakan sosial pemerintah daerah.

Di bidang integritas birokrasi, skor Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK Polewali Mandar melonjak signifikan. Dari angka 51 pada 2024, Indeks Pencegahan Korupsi Daerah meningkat menjadi 75,1 pada Desember 2025. Capaian ini menempatkan Polman keluar dari Zona Merah dan menjadi kabupaten dengan kinerja pencegahan korupsi terbaik di Sulawesi Barat.

Peningkatan layanan dasar turut menjadi fokus. RSUD Hj. Andi Depu dan RSUD Wonomulyo mengalami penguatan layanan dan fasilitas, didukung 49 dokter spesialis dan 109 dokter umum. Selain itu, 20 puskesmas di seluruh wilayah Polman menunjukkan peningkatan inovasi pelayanan, memperluas akses kesehatan bagi masyarakat.

Sinkronisasi program pusat dan daerah juga berjalan efektif. Program Makan Bergizi Gratis telah mengoperasikan 30 dapur yang menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja lokal, sementara Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih mulai memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Dengan fondasi yang mulai kokoh, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi agar capaian administratif ini berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Share this content:

Post Comment