Minimnya Perhatian Media: Hanya 0,0024% Berita Nasional Angkat Isu Pendidikan, Temuan Yayasan Rawamangun Mendidik

Jakarta – Sandeqnews.id- Yayasan Rawamangun Mendidik (YRM) mengungkap fakta mengejutkan mengenai pemberitaan media massa dan media sosial terkait isu pendidikan nasional. Berdasarkan risetnya, jumlah berita yang membahas pendidikan nyaris tidak terlihat dibandingkan dengan total artikel yang dipublikasikan.

Direktur Riset YRM, Dr. Rahmat Edi Irawan, memaparkan temuan ini dalam seminar nasional bertajuk “Desain Ulang Pendidikan Indonesia: Strategi dan Inovasi Menghadapi Gelombang Disrupsi Digital dan AI” di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Dr. Rahmat menjelaskan, riset dilakukan selama 10 bulan (Januari–Oktober 2025) terhadap delapan portal berita online nasional, yaitu Kompas.com, Tempo.co, Tribunnews.com, Kumparan.com, Liputan6.com, Detik.com, CNNIndonesia.com, dan SINDOnews. Fokus riset adalah artikel yang membahas Sub Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan, Sistem dan Kurikulum Pendidikan, Sarana dan Prasarana Pendidikan, serta hal terkait pendidikan lainnya.

“Dalam sehari, delapan portal ini mempublikasikan sekitar 2.060 artikel atau sekitar 61.800 artikel per bulan dalam tema umum. Dalam 10 bulan, jumlahnya mencapai 618.000 artikel,” ujar Dr. Rahmat.

Namun, dari 618.000 artikel tersebut, hanya 1.499 artikel yang mengangkat isu pendidikan. Jika dihitung, persentasenya hanya 0,0024%, jauh di bawah 0,1%.Dr. Rahmat menambahkan, riset dilakukan dengan pengumpulan data menggunakan berbagai keyword dan validasi manual untuk memastikan kesahihan.

Temuan ini menegaskan bahwa isu pendidikan tidak dianggap “seksi” untuk diberitakan oleh media massa dan kurang mendapat perhatian publik.“Ini menjadi tantangan bagaimana media mengemas isu pendidikan agar menarik perhatian, sekaligus mendorong pihak-pihak di dunia pendidikan menyosialisasikan aktivitas mereka secara efektif,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Rahmat menyinggung anggaran pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa APBN melalui amanat UUD 1945 mengalokasikan 20% anggaran untuk pendidikan, namun kenyataannya isu ini jarang mendapat sorotan. Ia mencontohkan sebagian anggaran terkadang dialokasikan untuk program lain, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan ini akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjadi bahan pertimbangan penguatan perhatian media terhadap pendidikan nasional.

Share this content:

Post Comment