Demi Kemanusiaan, Mari Bela Palestina dan Iran: Apa pun Agama dan Mazhab Kita
Jakarta – sandeqnews.id – Di tengah tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza dan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan seruan moral yang menggugah: sudah saatnya dunia, termasuk rakyat Indonesia dari seluruh latar belakang agama dan keyakinan, bersatu membela Palestina dan mendukung hak Iran untuk mempertahankan diri dari segala bentuk agresi dan ketidakadilan global.
Melalui seruan resmi bernomor Kep-63/DP-MUI/VI/2025 pada 17 Juni 2025, MUI mengecam keras tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. MUI juga menyatakan bahwa agresi militer Israel tidak hanya mengancam kedaulatan Palestina, tapi juga stabilitas kawasan dan nurani kemanusiaan dunia.
Tak berhenti di situ, MUI mendesak Dewan Keamanan PBB agar menjatuhkan sanksi tegas terhadap Israel dan menindaklanjuti surat perintah penangkapan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Dalam seruannya, MUI juga menyampaikan lima poin penting untuk menjadi pedoman sikap umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya:
Persatuan dunia Islam melawan segala bentuk kezaliman;
Dukungan penuh terhadap perjuangan Palestina, baik secara moral, material, maupun spiritual;
Langkah diplomatik tertinggi oleh Pemerintah RI untuk mendorong perdamaian dan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza;
Gerakan boikot terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel;
Dukungan atas hak Iran untuk membela diri dari segala bentuk ancaman eksternal.
Namun lebih dari itu, seruan ini bukan hanya panggilan keagamaan, melainkan seruan kemanusiaan yang melintasi batas agama, mazhab, dan ideologi. Tragedi di Gaza bukan sekadar konflik geopolitik atau perang antarnegara, tetapi penghancuran nilai-nilai kemanusiaan yang paling dasar—hak untuk hidup, hak atas keamanan, dan hak atas keadilan.
> “Ini bukan sekadar seruan keagamaan, tapi bagian dari tanggung jawab moral dan komitmen kemanusiaan bangsa Indonesia dalam menjunjung tinggi keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian dunia,” tegas Ketua Umum MUI KH. M. Anwar Iskandar bersama Sekjen H. Amirsya Tambunan.
MUI juga mengajak seluruh pengurus masjid di Indonesia untuk membacakan Qunut Nazilah secara rutin dalam salat berjamaah, serta menggelar istighatsah sebagai wujud doa dan solidaritas spiritual bagi kemenangan rakyat Palestina.
Kini, ketika dunia dipenuhi kepentingan politik dan suara keadilan dibungkam oleh kekuatan senjata, rakyat sipil-lah yang memegang peran kunci dalam menjaga nyala kemanusiaan. Boikot produk Israel, seruan doa, dan suara solidaritas harus menjadi gelombang aksi dari rakyat Indonesia, dari desa hingga kota, dari masjid hingga tempat ibadah lainnya.
Karena membela Palestina dan Iran dalam konteks hari ini, adalah membela prinsip dasar kemanusiaan: keadilan, kemerdekaan, dan keberpihakan kepada yang tertindas
Share this content:




Post Comment