Pastikan Tepat Sasaran, DKPPKB Sulbar Pantau dan Bimbing Pelaksanaan PMT bagi Balita serta Ibu Hamil di Kalumpang
Mamuju — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju melaksanakan pemantauan sekaligus pendampingan implementasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kalumpang, Kecamatan Kalumpang, pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan PMT berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus mendukung percepatan penanganan masalah gizi dan pencegahan stunting hingga ke tingkat masyarakat.
Agustina Uta Tabang Kalua dari DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan turut memberikan bimbingan singkat kepada petugas gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, serta petugas Promosi Kesehatan di lokasi. Pendampingan difokuskan pada penguatan pemahaman petugas mengenai seluruh alur pelaksanaan PMT — mulai dari penentuan sasaran penerima, proses penyaluran makanan tambahan, hingga tata cara pemantauan dan pencatatan pelaksanaannya secara lengkap dan tertib.
Pembiayaan kegiatan PMT di puskesmas didukung melalui alokasi Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan yang disalurkan langsung ke masing-masing unit pelayanan. Dukungan anggaran ini ditujukan untuk memperkuat berbagai upaya pelayanan kesehatan, termasuk intervensi prioritas dalam pencegahan dan penanganan stunting. Oleh karena itu, pemantauan langsung ke lapangan dinilai sangat penting agar setiap rupiah anggaran yang disalurkan benar-benar diterjemahkan menjadi intervensi yang tepat sasaran dan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pemantauan ini bukan sekadar memastikan program berjalan secara administratif, melainkan menjamin manfaatnya dirasakan langsung oleh kelompok yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan pelaksanaan PMT lokal betul-betul sesuai petunjuk teknis. Yang paling penting, makanan tambahan sampai ke sasaran yang tepat dan benar-benar bermanfaat bagi perbaikan status gizi mereka,” ujarnya. Pengawasan berkelanjutan diharapkan juga membantu mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melayani kelompok rentan.
Penguatan koordinasi berjenjang — mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, puskesmas, tenaga kesehatan, hingga masyarakat — menjadi kunci utama agar intervensi gizi dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdaya guna. “Intervensi terhadap ibu hamil dan balita adalah investasi penting untuk membangun generasi Sulawesi Barat yang sehat. Karena itu, pelaksanaan program harus dikawal secara menyeluruh dari tingkat atas hingga ke masyarakat,” tambah dr. Nursyamsi. Langkah ini juga sejalan dengan arah pembangunan kesehatan di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Pemantauan di Puskesmas Kalumpang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat tata kelola program gizi di pelayanan kesehatan dasar. Selain memastikan kepatuhan terhadap ketentuan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menemukan kendala di lapangan sekaligus memperkuat kemampuan petugas. Dengan pengawasan dan pendampingan yang terus dilakukan, pelaksanaan PMT diharapkan tidak sekadar berupa penyaluran makanan, tetapi benar-benar mendukung perbaikan status gizi ibu dan anak serta berkontribusi nyata terhadap percepatan penurunan angka stunting di seluruh Sulawesi Barat.
Share this content:




Post Comment