Komisi II DPRD Sulbar Evaluasi Realisasi PAD 28 Persen, Minta OPD Percepat Program dan Maksimalkan Pendapatan

Mamuju – sandeqnews.id – Komisi II DPRD Sulawesi Barat menggelar rapat evaluasi pelaksanaan APBD dan realisasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2026 bersama tujuh Organisasi Perangkat Daerah mitra kerja, Kamis (4/6/2026). Rapat dipimpin Habsi Wahid, Jumiaty Mahmud, dan Haeruddin guna meninjau kinerja keuangan dan pelaksanaan program daerah.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap capaian realisasi PAD baru mencapai sekitar 28 persen. Angka ini dinilai masih sangat jauh dari harapan, mengingat pada periode yang sama target seharusnya sudah melampaui 48 persen. Komisi II menegaskan seluruh potensi pendapatan yang ada harus digali dan dimaksimalkan sepenuhnya.

“Percepatan kegiatan harus sesuai jadwal dan target. Jangan sampai program yang sudah dianggarkan terlambat berjalan. Potensi yang ada harus dikerahkan agar target pendapatan tercapai sesuai rencana,” tegas Habsi Wahid mengingatkan para peserta rapat.

Meski secara umum capaian masih rendah, Komisi II memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Perkebunan. Instansi tersebut dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik, bahkan mampu memenuhi dan melampaui target PAD yang telah ditetapkan di awal tahun anggaran.

Selain pendapatan, evaluasi juga menyoroti pelaksanaan kegiatan yang rata-rata masih di bawah target. Jumiaty Mahmud meminta rekomendasi dari BPKAD segera ditindaklanjuti, khususnya program yang berdampak langsung ke masyarakat. “Keterbatasan anggaran bukan alasan, yang dibutuhkan kreativitas dan komitmen pelayanan,” ujarnya.

Komisi II berharap seluruh OPD meningkatkan kinerja dan kecepatan kerja mulai semester berikutnya. Langkah ini penting agar seluruh target pembangunan dan pendapatan tahun 2026 dapat tercapai optimal, sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka memajukan Sulawesi Barat.

Share this content:

Post Comment