Dari Embargo ke Inovasi: Inspirasi Iran Warnai Penamatan 149 Lulusan SMK Tapango

Polewali Mandar — Sandeqnews.id — UPTD SMK Negeri Tapango menggelar acara penamatan dan perpisahan siswa-siswi kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat pada Selasa, 5 Mei 2026. Sebanyak 149 siswa dinyatakan lulus dengan predikat baik, menandai keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan.

Kepala UPTD SMK Negeri Tapango, Kaimuddin, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Ia menyebut, justru ini adalah awal untuk menghadapi dunia yang lebih luas dengan berbagai tantangan yang membutuhkan kedisiplinan dan kerja keras.

Ini bukan akhir, tetapi awal untuk menapaki dunia yang penuh rintangan. Dibutuhkan disiplin, kerja keras, dan komitmen untuk meraih cita-cita. Jaga nama baik almamater di mana pun berada,” ujar Kaimuddin di hadapan para lulusan.

Sementara itu, Pengawas Pendidikan SMK, Drs. H. Syarif, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Hal ini dilakukan demi memastikan keberlanjutan pendidikan, khususnya dalam menekan angka anak putus sekolah agar dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMK atau sederajat.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan abad ke-21, yang ditandai dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas. Menurutnya, tidak ada kesuksesan tanpa kerja sama yang baik dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebagai inspirasi, ia menyinggung kemajuan teknologi yang dicapai Iran meskipun berada di bawah tekanan embargo selama puluhan tahun dan sanksi internasional yang berat. Embargo tersebut membatasi akses terhadap teknologi modern, investasi asing, serta kerja sama global—sebuah kondisi yang menjadi tantangan besar bagi kemajuan bangsa. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir kemandirian, kreativitas, dan inovasi yang mampu membawa Iran tetap berkembang di tengah tekanan dunia.

Namun di tengah tekanan dan keterbatasan tersebut, Iran justru mampu bertahan dan bangkit dengan mengandalkan kekuatan sumber daya manusia dalam negeri. Kondisi sulit tidak membuat mereka berhenti, melainkan mendorong lahirnya berbagai kreasi dan inovasi di bidang teknologi sebagai bentuk kemandirian dan daya juang.

Kisah tersebut menjadi pesan kuat bahwa rintangan, seberat apa pun, tidak selalu menjadi penghalang untuk maju. Sebaliknya, tantangan dapat menjadi titik tolak untuk melahirkan ide-ide baru, memperkuat kreativitas, serta membangun semangat pantang menyerah dalam menghadapi perubahan zaman

.Oleh karena itu, para lulusan SMK Tapango diharapkan mampu meneladani semangat tersebut—menjadikan keterbatasan sebagai peluang, serta terus berkreasi dan berinovasi dalam menapaki masa depan, baik di dunia kerja maupun dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Share this content:

Post Comment