Kader Posyandu Sulbar Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat di Tingkat Desa

Mamuju – sandeqnews.id—Kader Posyandu di Sulawesi Barat terus menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan kesehatan dasar menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan dusun. Mereka secara rutin melaksanakan pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan ibu hamil, edukasi gizi, serta upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar per Februari 2026 mencatat jumlah kader Posyandu mencapai 10.555 orang di enam kabupaten. Mereka menjadi penggerak utama kegiatan Posyandu yang melayani ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok masyarakat rentan.

Sebanyak 3.152 kader telah mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar Posyandu untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masyarakat. Kabupaten Polewali Mandar memiliki jumlah kader terbanyak, yakni 2.943 orang, disusul Mamuju 2.294, Majene 1.809, Pasangkayu 1.321, Mamasa 1.221, dan Mamuju Tengah 967 kader.

Selain jumlah, peningkatan kualitas kader juga terus diperhatikan. Sebanyak 553 kader Posyandu sudah mencapai minimal strata Madya, dengan Pasangkayu menempati capaian tertinggi 13,93 persen, diikuti Polewali Mandar 6,49 persen, dan Mamuju 5,10 persen.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka menjadi penghubung langsung antara layanan kesehatan dengan masyarakat, memastikan ibu dan anak mendapatkan pelayanan yang baik sekaligus edukasi gizi yang memadai.

Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan, pembinaan, dan penguatan kelembagaan Posyandu. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan Posyandu lebih aktif dan berkualitas, mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, unggul, dan berkarakter. (Rls)

Share this content:

Post Comment