PASO Ramah Lansia Kian Menguat, Desa Paso Siap Jadi Percontohan di Majene

MAJENE — sabdeqnews.id – Komitmen menjadikan Desa Paso sebagai desa yang ramah terhadap lanjut usia kembali diperkuat melalui kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Lansia yang digelar dalam rangka program PASO Ramah Lansia, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

Kegiatan ini melibatkan Mahasiswa KKN STIKES Marendeng Majene bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta aparat keamanan. Sebanyak 12 lansia mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim PASO Ramah Lansia, Rahmawati Wardin, Dosen STIKES Marendeng Majene Fredy Akbar K, Koordinator PLKB Kecamatan Banggae Bidan Novi Winarti, PLKB Desa Paso Salbiah, Bidan Desa Paso, para Kepala Dusun, Kader Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Bhabinkamtibmas Desa Paso.

Ketua Tim PASO Ramah Lansia, Rahmawati Wardin, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di desa.

“PASO Ramah Lansia bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah gerakan bersama agar lansia tetap aktif, sehat, dan merasa dihargai di lingkungan mereka sendiri,” ujarnya.

Dosen STIKES Marendeng Majene, Fredy Akbar K, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan riil.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Terapi aktivitas kelompok ini adalah langkah awal membangun sistem pendampingan lansia yang berkelanjutan,” jelasnya.

Koordinator PLKB Kecamatan Banggae, Bidan Novi Winarti, menyatakan pihaknya siap berkontribusi penuh dalam mendukung Desa Paso Ramah Lansia.

“Kami siap berkolaborasi mewujudkan Desa Paso Ramah Lansia, termasuk mendorong pelaksanaan Sekolah Lansia seperti yang telah berjalan di Desa Palipi Soreang sebagai bentuk pemberdayaan lansia,” tegasnya.

Sementara itu, Bidan Desa Paso menekankan pentingnya pendampingan kesehatan secara rutin bagi lansia.

“Pendampingan lansia tidak boleh hanya dilakukan saat sakit. Kegiatan seperti ini menjaga kesehatan fisik sekaligus semangat dan interaksi sosial mereka,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan meliputi senam ringan, stimulasi kognitif, edukasi kesehatan, sesi berbagi pengalaman, serta penyerahan bingkisan sebagai bentuk perhatian sosial. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini turut memperlihatkan dukungan lintas sektor dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan inklusif bagi kelompok lanjut usia.

Dengan sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, kader, dan aparat keamanan, Desa Paso diharapkan mampu menjadi percontohan desa ramah lansia di Kabupaten Majene.

Share this content:

Post Comment