Dukung Hilirisasi Sawit, Pemprov Sulbar Kawal Pande Besi Majene Menuju Alat Panen Berstandar Nasional

Majene – sandeqnews.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) mempertegas komitmennya dalam mengawal penguatan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Logam di daerah. Berkolaborasi dengan Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB) dan Pemerintah Kabupaten Majene, Dinas Koperindag Sulbar memfasilitasi serta mendampingi secara teknis Pelatihan Produksi Alat Panen Sawit (Dodos dan Egrek) Berstandar Nasional di Desa Pamboborang, Kabupaten Majene, pada 30–31 Oktober 2026.Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan fondasi awal penyiapan kapasitas teknis para perajin lokal sebelum melangkah ke tahap sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) resmi. Pelatihan ini diikuti oleh 40 pengerajin pandai besi Desa Pamboborang.

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Habibi Azis, menegaskan bahwa pendampingan IKM pandai besi ini merupakan bagian dari implementasi Misi 1 “Panca Daya” Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan daya saing produk daerah. “Sulawesi Barat memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau pembeli alat panen dari luar daerah.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Pemprov Sulbar ingin memastikan pandai besi lokal di Desa Pamboborang mampu memproduksi dodos dan egrek yang presisi, tahan lama, serta memenuhi tolok ukur standar nasional,” ujar Habibi dari Kantor Dinas Koperindag Sulbar di Mamuju. Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama, Jumat (30/10/2026) di Aula Desa Pamboborang yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopdagrin) Kabupaten Majene, Harmawati.

Materi meliputi pengenalan dodos dan egrek, persyaratan mutu produk, serta pengukuran geometri alat secara presisi. Memasuki hari kedua, Sabtu (31/10/2026), pendampingan langsung bergeser ke sentra produksi pandai besi Pamboborang. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag Sulbar, Muh Aswad M, hadir secara aktif mengawal jalannya pelatihan teknis penggunaan mal (alat bantu cetak/presisi) dodos dan egrek yang dikembangkan khusus oleh Tim Pengabdian FTI ITB.

Ketua Tim Pengabdian FTI ITB, Muhammad Akbar, memaparkan bahwa pengembangan mal ukur ini telah melewati berbagai riset pemetaan masalah pada kunjungan lapangan sebelumnya di Pamboborang. “Tujuannya satu: memudahkan produksi massal dodos dan egrek dengan tetap mengunci standar kualitas teknisnya,” terangnya. Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Tim FTI ITB, Sukoyo, menaruh harapan besar agar sentra ini kelak mampu memenuhi rantai pasok perkebunan di Sulbar. “Kita berharap ke depannya Desa Pamboborang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi mampu menjadi pemasok utama alat panen dodos dan egrek untuk perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar di Sulawesi Barat,” harap Sukoyo.

Guna menjaga keberlanjutan program, acara pelatihan resmi ditutup dengan penyerahan mal ukur dodos dan egrek kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pamboborang. Ke depan, BUMDes akan berperan sebagai pengelola sentra dan penjamin mutu distribusi alat panen hasil karya 40 perajin lokal Pamboborang. Melalui sinergi akademisi, pemerintah daerah, dan BUMDes ini, Dinas Koperindag Sulbar optimis industri alat pertanian lokal Sulawesi Barat mampu naik kelas dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Share this content:

Post Comment