Pusdalops BPBD Sulbar Terima Klarifikasi Terkait Isu Sumur Warga Pasangkayu Mengering
MAMUJU – sandeqnews.id —
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Rabu 7 Oktober 2026 pukul 16.41 WITA, menerima informasi resmi dari BPBD Kabupaten Pasangkayu terkait kondisi kekeringan dan mengeringnya sebagian besar sumur warga di wilayah tersebut. Informasi disampaikan melalui surat BPBD Kabupaten Pasangkayu Nomor 800.1/112/X/BPBD/2026 tentang Tanggapan dan Klarifikasi Terkait Isu Sumur Warga Pasangkayu Mengering, tertanggal 7 Oktober 2026.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk memastikan kondisi terkini masyarakat terdampak serta kebutuhan penanganan air bersih di lapangan. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Junda Maulana, dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Pasangkayu, sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan yang dikaitkan dengan dampak fenomena El Niño. Curah hujan yang sangat rendah dalam waktu cukup panjang menyebabkan cadangan air dalam tanah menipis. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kelangkaan air bersih pada 12 kecamatan, 59 desa, dan 4 kelurahan.
Data teridentifikasi mencatat 17 desa/kelurahan terdampak, melibatkan 11.488 kepala keluarga atau 42.200 jiwa. Sebagian lokasi dilaporkan belum tertangani secara menyeluruh, dan pada sejumlah lokasi air yang tersedia dalam sumur bahkan dalam kondisi keruh dengan debit yang sangat terbatas. Masyarakat pun kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga sebagian warga terpaksa membeli air bersih dengan biaya tambahan.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Pasangkayu telah menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain mesin Alkon, tandon air, selang fleksibel, mesin bor sumur dalam, pompa air pertanian, dan genset. Kebutuhan tersebut diprioritaskan guna mempercepat distribusi serta penyediaan sumber air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Yasir Fattah menegaskan bahwa BPBD Sulbar akan terus memantau perkembangan situasi melalui Pusdalops serta memperkuat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasangkayu dan pemerintah daerah setempat, agar kebutuhan riil masyarakat di setiap lokasi dapat teridentifikasi dan terpenuhi dengan segera.
Share this content:




Post Comment