Kemenkes RI dan DKPPKB Sulbar Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini Penyakit Melalui Evaluasi SKDR
Mamuju – Sandeq news. id – Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta Implementasi Surveillance Working Tools (SWT) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung 28–30 Juli 2026 di Hotel Matos, Mamuju.
Pertemuan diikuti petugas surveilans Dinas Kesehatan se-Kabupaten se-Sulbar Barat beserta perwakilan petugas Puskesmas. Langkah ini diambil untuk memperkuat kemampuan deteksi dini serta penanganan cepat terhadap potensi Kejadian Luar Biasa maupun wabah penyakit di tengah masyarakat.
Agenda ini sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, khususnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas, tangguh, dan responsif.Penguatan sistem ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah daerah melindungi masyarakat dari ancaman penyakit secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI Sumarjaya saat membuka kegiatan menegaskan SKDR adalah instrumen vital mendeteksi dini penyakit berpotensi wabah. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kualitas pelaporan, analisis epidemiologi, serta kerja sama lintas tingkat mulai dari provinsi, kabupaten, rumah sakit, hingga puskesmas sebagai garda terdepan.
Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim menyatakan penguatan sistem surveilans merupakan investasi ketahanan kesehatan yang sangat penting. “Kami berharap seluruh jejaring di Sulbar semakin mampu mendeteksi ancaman lebih awal, menganalisis secara akurat, dan merespons dengan tepat sehingga mencegah meluasnya gangguan kesehatan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenkes RI dan DKPPKB Sulbar menegaskan komitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pihak terkait. Dengan sistem kewaspadaan yang semakin matang, pelayanan kesehatan diharapkan semakin tangguh dan adaptif dalam menjaga keselamatan serta kesehatan seluruh masyarakat Sulawesi Barat.
Share this content:




Post Comment