Suhardi Duka: Sulbar Berkomitmen Jaga Inflasi di Bawah 2,5 Persen

Mamuju- sandeqnews.id— Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar untuk menjaga inflasi tetap terkendali di bawah 2,5 persen. Hal itu disampaikan usai mengikuti rapat high level meeting pengendalian inflasi di Mamuju, Selasa, 10 Maret 2026.

Suhardi Duka menyebutkan, secara bulanan inflasi Sulbar pada Februari 2026 tergolong baik karena berada pada kategori terendah. Namun secara tahunan, posisi inflasi Sulbar masih berada di tingkat menengah dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang memicu inflasi di antaranya harga emas dan tarif listrik. Menurutnya, dua faktor tersebut berada di luar kewenangan pemerintah daerah karena ditentukan oleh kebijakan nasional dan dinamika pasar global.

Selain itu, komoditas ikan seperti cakalang dan ikan layang juga menjadi penyumbang inflasi di Sulbar. Untuk mengatasi hal tersebut, Suhardi Duka menginstruksikan pemerintah kabupaten agar menyiapkan program pengadaan kapal tangkap nelayan pada 2027 guna meningkatkan produksi dan menjaga stabilitas pasokan.

Di sisi lain, Pemprov Sulbar juga memperketat pengawasan distribusi bahan pokok menjelang Idulfitri. Ia menegaskan seluruh jalur distribusi harus dipantau secara intensif agar tidak terjadi gangguan pasokan di lapangan.

Selain pengawasan distribusi, Pemprov Sulbar juga mengusulkan penambahan kuota dan kapasitas bahan bakar minyak (BBM) karena pasokan yang ada dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis inflasi Sulbar dapat tetap terkendali di bawah 2,5 persen. (Rls)

Share this content:

Post Comment