DKPPKB Sulbar Gandeng Polda, Perkuat Aksi Turun Lapangan Tangani Stunting

Mamuju — sandeqnews.id—Upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat terus didorong lewat kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggandeng jajaran Polda Sulbar untuk memperkuat sinergi penanganan stunting di lapangan, Selasa, 17 Maret 2026.

Audiensi yang berlangsung di Kantor DKPPKB Sulbar dipimpin langsung oleh Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, bersama jajaran Biddokkes Polda Sulbar. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk tidak hanya berkoordinasi, tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan guna menekan angka stunting.

Program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yaitu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Kolaborasi DKPPKB dan Polda diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Intervensi difokuskan pada lokus prioritas, dengan sasaran utama ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. Dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa penanganan stunting bukan pekerjaan satu sektor saja, sehingga dukungan lintas pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan program efektif sampai ke masyarakat.

Keterlibatan Polda Sulbar, khususnya melalui fungsi kesehatan, akan memperkuat edukasi, pendampingan, hingga intervensi langsung di lapangan. Kolaborasi ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, dan peran keluarga dalam mencegah stunting.

Dengan sinergi ini, pemerintah menargetkan penanganan stunting yang lebih terarah dan berdampak nyata. Langkah kolaboratif antara DKPPKB, Polda, dan pihak terkait menjadi bukti bahwa isu kesehatan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Share this content:

Post Comment